Jumat, 20 November 2015

Why?

Part 9

Hampir setiap hari akrom datang mengunjungi Meru. Lambat laun namun pasti. Akrom mulai melupakan Mio. Mereka bahagia berdua. Senyum itu kini hanya untuk Meru.

Di kamar rumah sakit Meru sedang asik melihat pacarnya yang sedang mengupaskan apel untuknya.

"Udah selesai nih sayang,Aaa..." Akrom memberikan sepotong apel yang telah dikupas.

"Ih kamu bener-bener ya. Ini kan masih gede banget.. Mana muat mulut aku hmp...!"

"Yaudah.. Kalo gini mau?" Akrom memasukan potongan apel lalu mengunyahnya. Lalu mendekatkan mulutnya ke bibir Meru.

"Apa in--" tidak sempat berbicara bibir mereka telah menyatu. Bersamaan dengan apel manis yang telah dilumat oleh Akrom. Perlahan lumatan itu mengalir kedalam mulut Meru.

Kini mereka telah sepenuhnya masuk kedalam dunia mereka. Tidak sadar atau mungkin lupa bahwa ada yang mereka sakiti. Hubungan yang mengorbankan seseorang.

Akrom melepaskan bibir(ciuman)nya. Meru hanya terdiam dengan wajah memerah. Dengan begitu mereka sudah melangkah ke hubungan yang lebih dalam.

To be continue

Why?

Part 8

Meru tersenyum manis diatas tempat tidurnya. Sambil sesekali bersenandung. Akhirnya dia berpacaran dengan Akrom. Perasaannya yang telah dipendam sejak masa SMA kini bisa tersampaikan.

Dulu dia sering iri dengan Mio karna bisa berpacaran dengan Akrom. Walaupun hanya sebentar dia ingin merasakan hal yang bisa dia lakukan. Ya,walau hanya sebentar..

Saat dia berfikir tentang waktu.saat itu juga bayangan kematian yang dia takutkan semakin mendekat. Walaupun masih ada kesempatan dengan mwnjalani operasi. Dia tidak yakin dengan itu.

Mio. Bagaimana dengan keadaan Mio? Rasa bersalah hinggap. Terkadang dia ingin menangis. Karena dia wanita dia tahu betul bagaimana rasanya. Pasti sakit ya..tapi jika tidak begini apakah mungkin bisa bersama. Sebelum aku pergi dari dunia ini.

Dari lain tempat seorang perempuan muda sedang menangis. Mengingat semua kenangan manis yang dia dan Akrom lalui berdua. Namun,kenangan itu menjadi garam dalam luka. Sakit yang mendalam. Banyak pertanyaan di kepalanya. Tapi apa daya,hubungan itu telah hancur.

To be continue

Senin, 09 November 2015

Why?

Part 7

Akrom menelpon Mio. Saat itu diluar sedang hujan lebat. Mio saat itu sedang asik mendengarkan lagu yang biasa mereka dengar. Dia sangat senang karna besok adalah hari jadi mereka berdua. Tanpa dia sadari ada satu panggilan tak terjawab di layar hp nya.

Telpon yang pertama tidak diangkat oleh Mio. Akrom ragu untuk menelpon lagi. Tiba-tiba hp nya berdering. Dari Mio? Angkat..angkat! Akrom memaksa dirinya untuk menjawab telpon tersebut. Hingga akhirnya...

"Halo sayang,kenapa tadi nelpon?"

Mio maafkan aku..

"Sayang,tidak..Mio mulai sekarang kita putus. Jangan hubungi aku." Akrom mematikan telponnya.

Mio terdiam,tidak percaya apa yang dia dengar. Eh? Apa? Aku..dia.. Ini bercanda kan?. Mio menjerit dalam hatinya. Mencoba tidak percaya yang terjadi barusan.
"Aku.. Kenapa? Padahal aku sayang kamu Akrom..tapi kenapa.." Mio menangis. Lagu yang biasanya membawa kebahagiaan kini menggoreskan luka.

Hujan deras diluar membasahi Akrom. Menyamarkan air matanya. Hujan juga menolong Mio untuk menyamarkan suara kesedihannya...

Di rumah sakit Meru mendapat sms.
[Aku sudah putus dari Mio]

Meru tersenyum. Dia tidak sabar membalas sms itu.
[Jadi mulai sekarang kita resmi berpacaran? ^^]

[Iya]

saat itu jarinya terasa berat .Akrom merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumya.perasaan sedih,namun di di lain sisi dia juga senang. Saat itu Meru lah yang paling terlihat bahagia. Dia memandangi layar hp nya terus menerus dengan senyum manisnya.

To be continue