Part 9
Hampir setiap hari akrom datang mengunjungi Meru. Lambat laun namun pasti. Akrom mulai melupakan Mio. Mereka bahagia berdua. Senyum itu kini hanya untuk Meru.
Di kamar rumah sakit Meru sedang asik melihat pacarnya yang sedang mengupaskan apel untuknya.
"Udah selesai nih sayang,Aaa..." Akrom memberikan sepotong apel yang telah dikupas.
"Ih kamu bener-bener ya. Ini kan masih gede banget.. Mana muat mulut aku hmp...!"
"Yaudah.. Kalo gini mau?" Akrom memasukan potongan apel lalu mengunyahnya. Lalu mendekatkan mulutnya ke bibir Meru.
"Apa in--" tidak sempat berbicara bibir mereka telah menyatu. Bersamaan dengan apel manis yang telah dilumat oleh Akrom. Perlahan lumatan itu mengalir kedalam mulut Meru.
Kini mereka telah sepenuhnya masuk kedalam dunia mereka. Tidak sadar atau mungkin lupa bahwa ada yang mereka sakiti. Hubungan yang mengorbankan seseorang.
Akrom melepaskan bibir(ciuman)nya. Meru hanya terdiam dengan wajah memerah. Dengan begitu mereka sudah melangkah ke hubungan yang lebih dalam.
To be continue