Part 2
Mio gelisah. Dia ingin cerita ke Akrom tapi Meru melarangnya. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Lain sisi Akrom penasaran dimana Meru? Kenapa sampai sekarang Mio tidak memberitahu?
Akrom: Jadi Meru dimana?
Mio: Katanya dia gak enak badan.
Akrom: Nanti pulang mau jenguk?
Mio: Gak..kata dia gak usah. Cuma sedikit pusing katanya
Akrom: Aku ke toilet dulu ya.
Mio: Iya.. Jangan lama-lama.
Di toilet Akrom menelpon meru. Dia khawatir dengan keadaan Meru. Telepon diangkat oleh Meru.
Halo... Meru disini..
Akrom: Kamu gak apa-apa? Kata Mio kamu lagi sakit?
Iya,udah agak mendingan kok. Kamu nikmatin aja pestanya. Aku baik-baik aja kok.
Akrom: Tapi bene--
Iya,kalau begitu sudah ya. Tutt--
Akrom khawatir..dia merasa sesuatu di hatinya. Sakit,seperti orang yang rindu. Jangan! Aku sudah punya orang yang berharga. Dalam benaknya dia membuang itu. Namun rasa khawatir itu tidak bisa hilang.
Kenapa bisa seperti ini? Dengan gelisah dia kembali ke tempat Mio.
Mio: Lama sekali?
Akrom: ya.. Tadi ngantri di toilet. Maaf (aku berbohong)
Mio: yasudak mau bagaimana lagi kalau begitu *tersenyum*
Sementara itu di rumah sakit,seorang wanita muda terduduk di atas kasur melihat ke arah jendela. Pelupuk matanya tak bisa menahan genangan air yang ingin tumpah. Dia menangis. Dan juga tersenyum,dalam tangisan.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar