Part 4
Di depan rumah Meru dia terdiam. Tak lama ia memencet bel. Lalu dari rumah itu keluarlah seorang laki-laki cukup tua. Badannya jangkung putih dan matanya agak sipit. Lelaki tua itu bernama Aji Saputra, ayah dari Meru.
Aji tertegun melihat sosok yang ada di depan rumahnya. "Nak Akrom, udah besar aja kamu" dengan senyum yang terpancar. Lalu mempersilahkan masuk Akrom. Berbicara dari hati ke hati. Akrom memang cukup dekat dengan ayah Meru.
Sejak SMA mereka bertiga memang dekat.
"Kamu masih pacaran sama Mio?"
"Eh,om kok--"
"Om tau lah,wong anak om suka cerita. Dia bilang itu saat bahagia dalam hidupnya." pak Aji mendadak murung
"Om?"
"Ah,iya om lupa ada tamu masa gak di suguhi. Sebentar." pak Aji memanggil pembantunya. Sesaat teh telah tersaji di meja ruang tamu.
Setelah menyeruput teh Akrom langsung menanyakan kabar Meru. Pak Aji hanya berkata seperlunya.
"Kalo kamu ingin tahu datang saja ke RS. Jakarta. Di lantai 3 kamar 305. Om yakin Meru sudah menunggu mu"
Kata-kata itu menggugah Akrom. Besok dia akan menjenguk Meru tanpa sepengetahuan Mio.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar