Senin, 09 November 2015

Why?

Part 5

"Kamar 305.. Ah disini" toktok,begitulah suara pintu dari kamar itu. Tak lama seseorang membukakan pintu yang tak lain adalah pak Aji, ayah dari Meru.

"Nak Akrom?" pak Aji langsung berpaling dariku "Meru..nak Akrom datang jenguk kamu nih" aku menunggu didepan pintu kamar 305. Agak lama. Mungkin karena ada obrolan keluarga. Saat aku berfikir begitu pak Aji membuyarkanku "Maaf ya,sepertinya Meru badannya sedang tidak enak.mungkin untuk saat ini nak Akrom bisa pulang dulu" .

Aku merasa sakit. Untuk apa aku datang sejauh ini?

"Maaf permisi"

"Ah iya maaf"

Eh? Aku tidak sadar ada dokter disampingku. Dokter itu masuk ke kamar dan menutup pintunya. Walaupun agak samar aku bisa mendengar percakapan mereka.

"Jadi bagaimana keadaan anak saya dokter Alif?"

"Saat ini pembuluh darah di kepalanya tersumbat. Jika bapak dan ibu mau kita akan melakukan operasi. Tapi.."

"Apa dok? Tapi apa?"

"Kemungkinan berhasilnya hanya 40%. Apa Meru mau? Kalau begitu silahkan rundingkan dahulu. Kami akan menunggu" dokter Alif pun meninggalkan kamar Meru.

Apa? Apa yang sedang terjadi? Semuanya terlalu tiba-tiba. Pikiranku kacau. Handphone ku berdering. Nada SMS. Aku membuka pesan tersebut. Ternyata dari Meru.

[Akrom,maukah kau tinggalkan Mio dan menjadi pacarku?]

To be contiue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar